Industri ternak perah di Indonesia
INDUSTRI TERNAK PERAH DI INDONESIA
Oleh : Rado Apriliano
Industri ternak perah adalah industri yang bergerak di bidang peternakan sapi perah dengan tujuan untuk memproduksi susu dalam jumlah besar. Pada umumnya ternak perah yang digunakan sangat beragam mulai dari sapi, kerbau kambing, onta dll namun pada umumnya menggunakan ternak sapi karena produksinya besar dan muda Sapi perah adalah jenis sapi yang dipelihara khusus untuk memproduksi susu yang kemudian akan diproses menjadi berbagai produk olahan susu seperti susu segar, yogurt, keju, dan lain sebagainya.
Industri ternak perah umumnya melibatkan kegiatan pemeliharaan sapi perah, pengumpulan susu, pemrosesan susu, dan distribusi produk susu ke konsumen. Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam pengelolaan ternak, manajemen produksi, pengolahan makanan, dan teknologi pendinginan dan pengemasan produk susu.
Industri ternak perah memiliki peran penting dalam perekonomian global, karena susu dan produk olahan susu menjadi bahan makanan yang sangat penting dan bergizi bagi masyarakat. Selain itu, industri ini juga memberikan lapangan kerja bagi banyak orang baik di pedesaan maupun perkotaan.
A. Kondisi Industri Peternakan Perah di Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar dalam industri sapi perah karena memiliki jumlah populasi sapi perah yang cukup besar. Namun, keadaan industri sapi perah di Indonesia masih banyak menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan. Beberapa permasalahan tersebut antara lain:
1. Kualitas susu yang rendah: Masih banyak peternak sapi perah di Indonesia yang belum menerapkan teknologi modern dalam pemeliharaan ternak dan pengolahan susu. Sehingga kualitas susu yang dihasilkan masih rendah dan kurang bersih.
2. Kurangnya sarana dan prasarana: Beberapa daerah di Indonesia masih sulit dijangkau dan belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pengolahan susu, seperti tempat penampungan susu yang bersih, sistem pendingin, dan lain-lain.
3. Kurangnya pengawasan dan regulasi: Masih banyak peternak sapi perah yang tidak memperhatikan regulasi dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah dalam pengelolaan sapi perah dan pengolahan susu.
4. Kurangnya keterampilan peternak: Masih banyak peternak sapi perah di Indonesia yang kurang memiliki keterampilan dalam pemeliharaan ternak dan pengolahan susu yang baik dan benar. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan.
Meskipun demikian, pemerintah Indonesia sudah melakukan beberapa upaya untuk mengembangkan industri sapi perah, seperti program bantuan dan pelatihan untuk peternak, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan pasar produk susu lokal. Diharapkan dengan adanya upaya tersebut, industri sapi perah di Indonesia dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Indonesia.
Sumber : Muchlas muchtar Universitas Brawijaya